Hasil Pencarian

Pencarian

Minggu, 22 Juni 2008

Tips Kesehatan Selama Penerbangan




How Can I Improve Plane Travel?

  • Bawalah obat-obatan di dalam tas. Tanyakan kepada dokter Anda apakah dosis berubah ketika pola tidur dan makan Anda berubah. Bawalah obat berlebih jika kepulangan Anda di batalkan.

  • Jika anda penderita diabetes atau epilepsi, bawalah kartu identifikasi yang berisi nama dan nomor telepon dokter anda. Jangan lupa untuk membawa obat beserta nama dan nosisnya.

  • udara di dalam pesawat sangat kering, minumlah minuman bebas alkohol, bebas kafein and air untuk menghindari dehidrasi.


What Can I Do about Jet Lag?

  • Tidur sebelum keberangkatan

  • Jangan minum banyak alkohol

  • Makan makanan yang seimbang

  • Hindari makan berlebih

  • Olahraga

  • gunakan obat tidur selama beberapa hari

  • Biasakan diri dengan zona waktu baru dengan perubahan makanan and waktu tidur


What About Pain in My Ears?

  • Minum dekongestan (seperti pseudoephedrine) sebelum berangkat

  • Sering menelan dan mengunyah permen karet selama penerbangan

  • Berikan bayi susu botol atau empeng pada bayi


What else Shoul I Do?

Penyumbatan pembuluh darah kaki dapat terjadi setelah penerbangan yang lama pada orang sehat sekalipun. Cobalah untuk berjalan selama penerbangan (kecuali dilarang crew pesawat). Minum air putih juga dapat membantu.

www.ptphapros.co.id




Yul/Ariel


Rabu, 11 Juni 2008

China Town In Makassar South Sulawesi

Belum banyak yang tahu jika di kota Makassar, ada tempat unik bisa dijadikan tujuan wisata, seperti perkampungan komunitas masyarakat Tionghoa, Chinatown. Setelah puas menikmati Pantai dan bangunan bersejarah kolonial Belanda, Anda dapat berjalan-jalan menuju ke kawasan Chinatown (perkampungan Cina) yang letaknya di seputaran jalan Ahmad Yani, tepatnya di kawasan jalan Irian, Nusantara, Sulawesi dan Jampea kedalam, tidak jauh dari lokasi objek Rotterdam dan pantai losari.


Chinatown merupakan kota tua di masa dinasti ming, dimana sekitar abad ke-16 mereka berkunjung ke pesisir pantai selatan di seputaran Benteng Rotterdam untuk berdagang, namun seiring perkembangan usaha, mereka pun akhirnya menetap dan membentuk suatu komunitas di pesisir pantai, tepatnya diseputaran jalan Nusantara, Ahmad Yani hingga di jalan Irian kota Makassar.


Yonggris, tokoh masyarakat Tioghoa yang juga ketua kelompok sadar wisata kecamatan Wajo,menjelaskan jika dulunya masyarakat dari suku Tionghoa, banyak yang berprofesi sebagai pendidik (Guru), Diploma, dan tentara. Namun pada masa pemerintahan orde lama orang-orang komunitas Tionghoa, mulai dibatasi berkecimpung di berbagai bidang utamanya bidang pemerintahan. Hingga akhirnya mereka memutar haluan untuk berwiraswasta seperti yang saat ini dapat kita lihat diseputaran Chinatown, yang didominasi para pedagang Cina.


Komunitas Cina yang tinggal di perkampungan ini, tetap mempertahankan tradisi nenek moyang mereka, itu dibuktikan dengan masih adanya sebagian bangunan bersejarah yang menjadi ciri khas dari masyarakat keturunan cina tempo dulu tetap berdiri kokok dan sudah dianggap sebagai bangunan Cagar Budaya yang dilindungi sesuai Undang-Undang. Bangunan Bersejarah tersebut seperti bangunan tua yang kini jadi sekolah, SMP 5 di jalan Sumba No.9 yang dibangun sekitar tahun 50-an oleh masyarakat Tionghoa, yang hingga saat ini gaya arsitektur dan konstruksi bangunannya masih tetap terjaga, utuh seperti saat dibangun pertama kali dan sudah menjadi bangunan cagar budaya yang dilindungi undang-undang RI No.5 tahun 1992. Dulunya bangunan ini merupakan sekolah termegah, terlengkap dan termodern di Sulsel waktu itu, dan memang sekolah yang diperuntukkan kusus buat masyarakat suku Tionghoa. Tapi seiring perkembangan, sekolah ini pun diambil ahli pemerintah dan berstatus sekolah milik pemerintah, dimana semua muridnya berasal dari berbagai komunitas,suku dan Agama tanpa didominasi dari kalangan tertentu saja.




Di Chinatown juga terdapat bangunan tua peninggalan cina, yang kini jadi Akademi perpajakan di seputaran jalan Lembeh. Klenteng Ibu Agung Bahari, yang sempat dibakar saat kasus kerusuhan etnis cina beberapa tahun lalu, lalu dibangun kembali. Pasar pecinaan, di jalan Bacan yang tetap berdiri tanpa ada perubahan area yang signifikan. Pasar pecinaan ini merupakan pasar tradisional yang menjajahkan berbagai kebutuhan rumah tangga masyarakat Tionghoa, dan biasanya pasar pecinaan ini sangat ramai saat mendekati hari imlek maupun hari-hari keagamaan masyarakat Tionghoa lainnya.


Untuk pusat kegiatan bagi masyarakat yang berdomisili di Cinatown, berpusat di jalan Sulawesi, karena di area tersebut sering diadakan berbagai pertunjukan kesenian rakyat, baik berupa tari-tarian maupun bentuk kesenian lainya, misalnya Barong Say dan Tahun Baru Cina. Di perkampungan cina, selain bangunan yang berarsitektur kuno gaya cina, Anda juga akan disuguhkan berbagai macam sarana dan prasarana bangunan bergaya modern dan unik, diantaranya Hotel Dinasti, Hotel Yasmin, Bioskop Teater dan Klenteng Xian Ma, klenteg termegah yang ada di seputaran kawasan Chinatown. yuL


Jumat, 06 Juni 2008

Good To Give From Makassar

Above This good to give From Makassar...

____________________________________________________________________________



Sarung Sutra ? Silk From Makassar

________________________________________________________________________________



Tana toraja Miniatur House

______________________________________________________________________



Marquise Juice Makassar

____________________________________________________________________________



T-Shirt About Makassar

__________________________________________________________________________________



Toraja Miniatur People

____________________________________________________________________



Bone Hat

_____________________________________________________________________



Miniatur of House

______________________________________________________________________



Ganrang Makassar

_________________________________________________________________________



Miniatur Gade-gade Makassar

___________________________________________________________________



Traditional Medicine From Makassar

________________________________________________________________





Traditional Cookies From Makassar

___________________________________________________________________________



Beatutifull bag From makassar

________________________________________________________________________



Artistic Phinisi Ship

_______________________________________________________________________



The Toraja Coffe,

____________________________________________________________________________



War Clothes From Toraja

_______________________________________________________________



Beautiful accessories From toraja

_______________________________________________________________



Phinisi Miniatur

_______________________________________________________________



Buginese Miniatur people

____________________________________________________________

Kamis, 05 Juni 2008

Tedong Bonga In South Sulawesi

"Tedong Bonga" is a kind of Ox But Its have white color with Litle black. this animal u can see in Tana Toraja south sulawesi.



Tedong Bonga



Head of tedong Bonga

Rabu, 04 Juni 2008

Taka Bonerate Walpaper

9 f

9 Divingschool

3 Sunrise

12 c

Keindahan Panorama Wisata Takalar, Begitu Memukau


 


Aroma sejuk nan segar akan menyambangi, saat kali pertama kita memasukki kawasan ’Butta Panrannuangku’ Takalar. Beragam obyek wisata yang mengugah hati juga akan menahan kita untuk berlama-lama dikawasan ini. Selain pesona alam, Takalar juga terkenal dengan ragam pesona budaya yang hingga kini tetap terpelihara dengan baik.


Pesona  alam dan keberadaan Takalar sebagai posisi lintasan transportasi wisata antar Makassar, Bira (Bulukumba) dan selayar, menjadikan kawasan ini banyak dikunjungi wisatawa, termasuk wisatawan loka. Guna mewujudnya kawasan ini sebagai daerah tujuan wisata,  aneka obyek wisata dan atraksi budaya menyenangkan dapat Anda telusuri di kawasan yang terkenal dengan masyarakatnya yang berbudaya dan penghasil jagung terbesar di Sul-Sel.


 


Acara Maudu Lompoa Cikoang


Menyebut Kabupaten Takalar, orang langsung tertujuh pada Acara Maudu Lompoa.  Yang merupakan kegiatan keagamaan yang didalamnya ada perpaduan unsur atraksi budaya dan ritual-ritual dari masyarakat Cikoang, yang bermukim diseputaran Pantai. Kegiatan ini digelar setiap tahun bulan Rabiul Awal, berdasarkan kalender Hijriah, yang tujuannya dalam rangka memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.


Ritual didalamnya juga syarat dengan nilai-nilai budaya yang terus dikembangkan dan dilestarikan turun-temurung. Untuk sampai ke kawasan ini cukup ditempuh jarak 15 Km dari kota Takalar, atau 55 Km dari kota Makassar. Dan Anda juga dapat melihat secara langsung atraksi menghias perahu yang dipenuhi hiasan telur, bakul anyaman serta berbagai asesoris lainnya, untuk selanjutnya diarak dengan perahu lain ditepian muara sungai Cikoang. Suasana akan lebih semarak saat atraksi kesenian dan perebutan telur mulai digelar. Ratusan perahu yang dihiasi telur akan diperebutkan masyarakat dan pengunjung yang hadir. Dan konon menurut kepercayaan masyarakat seputar sungai Cikoang, setiap orang yang memperoleh aneka jenis makanan yang diperebutkan dari dalam perahu akan memperoleh keberkatan yang berlimpah dalam menjalani kehidupannya.   


 


Pantai Lamangkia


`           Pantai Lamangkia atau pantai Topejawa ini merupan tempat permandian alamin dengan desiran ombak, hembusan angin laut dan hamparan pasir lembutnya akan menyambut kedatangan Anda. Pantai ini terletak di desa Topejawa kecamatan Mangarabombang, yang jarak ada sekitar 14 Km dari kota Takalar, atau 54 Km dari Makassar. Berbagai sarana dan prasarana wisata  tersedia di kawasan ini, dan itu tentu saja akan memudahkan Anda beserta keluarga menikmati kesejukan udara pantai.


 Jejeran Baruga dapat Anda sewa dengan harga terjangkau, Balai-balai sebagai tempat menikmati hamparan laut sehabis mandi, perahu tradisional yang menjajakan ikan laut yang asik untuk dibakar, lalu disantai bersama ditemani gemuru angin pantai. Wow...benar-benar liburan yang menyenangkan. Ditempat ini, Anda beserta keluarga juga dapat beraktifitas bersama seperti berjemur, berenang, olah raga pantai, voli pantai, memancing dll. Dengan membayar iuaran masuk sebesar Rp 2000 Anda akan menikmati kesejukan pantai Lamankia tanpa batas.


Barugayya


Kabupaten Takalar memiliki obyek wisata perburuan, yang tidak terdapat di kota-kota lain di Indonesia. Obyek wisata berburu  rusa ini dapat ditempuk melalu perjalanan darat dari Takalar selama 50-60 menit. Kawasan ini menjadi sebuah resort yang sangat indah dan masih sangat alami, dimana pegunungan, pebukitan, danau maupun hutan membuat obyek ini sangat tepat dijadikan tempat untuk menguji ketangkasan hoby berburuh Anda. Namun mungkin saat ini, wisata Barugaya belum dapat digunakan, karena proses pengembangan dan pembudidayaan area. Tapi Anda tak perlu berkecil hati karena kawasan ini juga bisa digunakan sebagai tempat wisata lintas alam (outboun), mancing, berkuda, panjat tebing dan  berkema. Anda tinggal memilih wisata seperti apa yang Anda ingin lakukan. Di dalam area Barugayya, juga disediakan tempat peristirahatan bagi para pengunjung, tentu saja dengan harga yang relatif terjangkau dompet Anda.


 


Telaga Ko'mara


Ko’mara merupakan sebuah kawasan pegunungan, alam yang asri dan sejuk dengan sungai-sungai yang mengalir dari celah pegunungan sehingga menghasilkan air terjung yang bertingkat-tingkat. Telaga yang mengeluarkan kesegaran dan kesejuk air pegunungan alami ini, jarak tempuhnya sekitar 20 Km dari kota Takalar. Sungguh suatu pemandangan yang cantik nan elok. Bagi Anda yang menyukai petualan di kawasan alam, disini tempatnya. Rangkaian ajang seperti tracking, panjat tebing dan berkuda dapat dilakukan. Untuk masuk ke kawasan ini anda tidak dipungut biaya sepeser pun. Dan alangk baiknya jika Anda dan keluarga akan berkunjung ke telaga Ko’mara ini,  sebaiknya Anda dan keluarga membawa bekal, karena diseputaran telaga tidak ditemui satu pun penjual makanan dan minuman.


 


Monumen Lapris,


Monumen yang dibangun untuk mengenang jasa para pahlawan yang tank pernah mengenal kata menyerah ini, menjadi satu daya wisata menarik untuk ditelusuri. Monumen yang berada di sebuah bukit Desa Bulukunyi, penempatannya lain dari monumen biasanya. Berada disebuah bukit dengan pesona alam dan hamparan lereng pegunungan yang tertata rapi, seakan membawa kita serasa berada dihamparan perkebunan teh yang indah. Suasana layaknya monumen yang serba menakutkan tak diterlihat di kawasan ini. Di Monumen yang jarak tempunya 12 Km dari  kota Takalar dan 50 Km dari Makassar, Anda akan dapat melihat 19 Prasasti dari kelasykaran Sulawesi Selatan dan Tenggara, yang menjadi  peninggalan Lascar Pemberontak Rakyat Sulawesi (LAPRIS) pata tahun 1940-an, dibawa kepemimpinan Ranggong Dg Romo sebagai panglima yang sudah melakukan pertempuran sebanyak 52 kalidemi mengusir penjajah dari bumi Sulawesi Selatan.


 


Oleh-Oleh


Mengunjungi Takalar tak lengkap rasanya jika tak membawa oleh-oleh khas tanah  ’Butta Panrannuangku’. Takalar selain dikenal penghasil jagung terbesar di Sul-Sel, juga dikenal dengan masyarakatnya yang ahli dalam pembuatan Guci dan aneka Anyaman khas Takalar. Bahkan Anyaman dan guci yang dibuat telah menembus pasar Nusantara dan Internasional. Diantaranya anyaman Serat Lontara, Songko Guru, Topi, Tas, Kipas, Bakul, dll yang didesainsecara khusus oleh pengrajing. Juga ada Geraba yang berbentuk guci, asbak, vas bungan, hiasan dinding hingga kursi teras, dapat Anda bawa pulang sebagai buah tangan. Tak lupa pula berbagai guci mungil yang dapat Anda jadikan koleksi pribadi. Tempat kerajinan ini berada di kecamatan Galesong Selatan dan kecamatan Pattalassang.


 

Selasa, 03 Juni 2008

Panrita, Sosok Panutan Masyarakat Bugis


 


Pemberian gelar terhadap seseorang yang dianggap memiliki kelebihan dalam melihat dan menyimak suatu keadaan yang akan atau nanti terjadi, tentunya dimiliki setiap suku. Termasuk suku Bugis, yang biasa menyebutnya sebagai sosok ’Panrita’.


 


Kata Panrita bermakna orang yang ahli atau benar-benar ahlinya. Konon dalam masyarakat Bugis, sebutan Panrita memiliki makna, yakni seseorang yang dapat melihat, bersaksi, menyimak atas suatu keadaan dan menyatakan keadaan tersebut dengan sebenarnya, melalui pengamatan yang objektif atas keadaan yang terjadi di sekitarnya, melalui pemberian kritikan, nilai, ataupun saran.


Konteks Panrita dahulu dianggap selevel dengan raja, mereka sangat diagung-agungkan karena berhasil merumuskan prinsip utama ketatanegaraan kerajaan, melalui kecerdasan dan kebijaksanaan yang mereka miliki. Seperti yang terjadi di kerajaan Wajo beberapa abad yang lalu, dimana Panrita oleh masyarakat Bugis, dijadikan sebagai tempat untuk bertanya dan meminta nasehat atas beragam persoalan yang datang silih berganti. Waktu itu sosok Panrita dianggap sebagai orang ahli yang harus didengar perkataannya, karena memiliki peran yang cukup penting dalam berbagai hal, termasuk sebagai penasehat atau konsultan para penguasa dalam penyelesaian masalah yang sedang mengemuka dalam wilayah kekuasaan raja kala itu.


Sosok Panrita, juga dipercaya sangat konsisten dalam memegang janjinya, bijaksana, cerdas, mencintai rakyat dari semua kalangan tanpa adanya perbedaan, ahli dalam menegakkan hukum, tegas, jujur, memiliki kebebasan dan kesucian dalam berperilaku, rajin bekerja, tidak ambisius, dan mampu menjadi panutan semua orang. Sehingga setiap persoalan yang ditanganinya, semuanya itu semata-mata hanya untuk kepentingan rakyat yang bertujuan untuk memajukan rakyat, dan bukan untuk kepentingan pribadi atau untuk hal lain.


Dalam kehidupan masyarakat Bugis, penyebutan gelar Panrita tidak digunakan secara umum atau seenaknya, ini dikarenakan penilaian terhadap sosok tersebut sangatlah sakral. Dan hanya orang tertentu saja, yang memiliki keahlian dan kelebihan yang pantas memperoleh julukan tersebut. Misalnya sebutan buat Panrita Lopi (ahli pembuat perahu di Bulukumba). Mereka ini benar-benar ahlinya dalam pembuatan perahu pinisi, walaupun di daerah lain ada juga yang dapat membuat perahu, namun dibanding Bulukumba, tidak ada duanya soal  keahlian yang struktural dan natural dalam hal pembuatan perahu.


Penyebutan sosok Panrita muncul secara sugesti dan spontanitas yang bersumber dari masyarakat Bugis sendiri dengan melihat fenomena-fenomena yang ada dan mereka alami. Budaya Panrita yang dikenal dalam kehidupan masyarakat Bugis, haruslah memiliki tiga sifat yang akan menjadi panutan dan sauri tauladan. Antara lain: memiliki keberanian (warani); pintar/cerdas (macca); dan memiliki harta berlimpah/kaya (sugi) yang tidak membuatnya sombong.


Sekarang ini arti dan keberadaan Panrita, sudah mulai mengalami pergeseran makna. Ada yang menyebutnya dengan sosok paranormal, orang yang ahli dengan memiliki ilmu kekebalan dan kesaktian, orang yang berkomentar dan ingin disebut sebagai ahli pada satu bidang dan sebagainya. Namun dalam dinamika sosial politik di Sulsel, sosok panrita dapat kita lihat pada diri (Alm). Jendral M.Yusuf, dimana orang-orang menganggapnya sebagai ahli dan sosok panutan, yang sering dimintai nasehat tiap kali ada permasalahan yang terjadi di Sulsel.


 


(Reportase : Yulianti)


 


Inbox:


Dr. Andi Ima Kesuma.IC.Mpd


Kepala Museum Kota Makassar


 


”Seorang Panrita harus memperlihatkan pola tingkah laku yang jadi panutan. Dia juga harus suci, bersih, jujur, tulus, berani menasehati, mengkritik dan mengoreksi penguasa dan pemerintah, serta tidak mementingkan diri sendiri”.