Hasil Pencarian

Pencarian

Jumat, 30 Mei 2008

Traveling To Farm Of tea In Malino

Wisata Kebun Teh Malino yang Memukau




Memanjakan diri di kawasan pegunungan yang syarat dengan hawa dingin, ditambah panorama alam dan deretan puncak kebun teh tersusun rapi, menampilkan satu tontonan keindahan yang memukau dan sayang untuk dilewatkan.


Enjoy you self In Mountain area, cool, and beautifully of nature and farm of tea to show beautiful.


Sepintas jika kita mendengar kata ‘Puncak’ langsung tertuju pada kebun teh Bogor. Saat ini anda tidak perlu jauh-jauh untuk dapat menikmati panorama kawasan hijau yang canti di kaki pegunungan. Karena kawasan puncak lengkap dengan kesejukan dan wewangian aroma teh yang tak kalah indah dan memesonanya dapat ditemukann di Malino. Perkebunan teh tersebut berada di desa Bulutan, jaraknya sekitar 9 km dari kota Malino. Teh yang dihasilkan dari kebun dataran tinggi moncong, Gowa ini merupakan hasil kerja sama dari Mitsui Norin Co. Ltd dan PT. Dharma Incharcop Coy, sebagai share holder, dibawa bendera PT. Nittoh Malino Tea.


Arah menuju kebun teh yang memiliki luas lahan produksi mencapai 170 hektar ini, selain menanjak dan berkelok-kelok, juga melintasi deretan lembah dan pegunungan yang terlihat cantik dan memukau sepanjang jalan. Ini menjadi bukti keindahan hamparan kebun teh yang tersusun rapi dan bernuansa alam asri nan sejuk, menjadi salah satu daya tarik buat Anda dan keluargga tuk berkunjung.

Kawasan puncak pegunungan kebun teh merupakan salah satu alternatif tujuan wisata yang banyak dipilih masyarakat, khususnya bagi orang-orang kota yang sehari-hari disibukkan dengan rutinitas pekerjaan dan kebisingan suasana kota. Hanya dengan melihat hamparan perkebunan teh yang elok hijau dari puncak bukit, ditambah tingkah para pekerja yang sedang memetik teh kan membawa kedamaian sekaligus ketenangan buat wisatawan.


Untuk bisa mencapai kawasan yang menurut rencana akan dijadikan kota kembang ini. Anda harus menempuh jarak sekitar 70 kilometer dari Makassar. Waktu tempuh sekitar 3 jam ini bias dengan menggunakan angkutan kota dari terminal Sunguminasa, Gowa menuju pasar Malino membayar ongkos sebesar Rp15.000/orang. Tiba di pasar Malino perjalanan kemudian dilanjutkan menggunakan ojek dengan mengeluarkan biaya Rp5000. Mengingat menuju kawasan perkebunan dengan tarif Pedesaan jurusan Malino, waktu tempuh kurang lebih 2-3 jam perjalanan dengan tarif Rp….bisa melihat secara langsung proses pembuatan teh dari awal hingga akhir



Hamparan perkebunan eksotis keberadaan kebun teh menjadi sala satu daya tarik pengunjung untuk melihat secara langsung proses pembuatan teh mulai dari pemetikan sampai pengelolahannya. Semua dapat disaksikan Pesona Kota Malino, yang terletak 90 km dari arah selatan Makassar merupakan suatu kawasan wisata alam yang memiliki daya tarik menarik dan luar biasa. Tidak diragukan lagi, saat anda berkunjung ke daerah ini, kesejukan terpanpan melalui pesona alamnya yang indah.


Lokasi menuju kebun the dapat ditempuh dengan menggunakan dua alternatif u,



Untuk penginapan bersama keluarga Anda tidak perlu kuatir. Banyak pilihan tempat menginap di kota ini, tentu saja dengan harga berfariasi dan dijamin memenuhi dompet Anda. Seperti di pondokan Rp 80 ribu, di Bukit Indah Rp 150 ribu dan Hotel Celebes Rp 200- 400 ribu per room. , ariel/yul


Tempat Penginapan Di Malino




Nama Penginapan Alamat


Hotel Pinang Mas Jl.Posor Sinjai Malino


Villa Resorst Celebes Jl.Sultan Hasanuddin No.1


Wisma Lompobattang Jl.Gunung Lompobattang No.89


Penginapan sederhana Jl.Gunung Lompobattang No.90


Pondok Lembah Biru Jl.Pa’tene Malino


Bukit Indah Malino Jl.Endang No.20





Bantimurung The ’Kingdom Of Butterfly’



Taman wisata alam Bantimurung berada di Kabupaten Maros, terletak 50 km dari Kota Makassar atau 15 km dari kota Maros, Provinsi Sulawesi Selatan. Kawasan yang hanya ditempu satu jam dari Makassar ini, merupakan kawasan wisata yang sangat cocok untuk berlibur bersama keluarga, dan miniatur kupu-kupu raksasa serta patung kera menandai kita memasuki kawasan Bantimurung. Karena keindahan kawasan ini, maka pantaslah jika obyek wisata Bantimurung diberi julukan sebagai The Beast Family Holyday.


The Nature Park Of Bantimurung in Maros of south sulawesi, 50 Km from Makassar city or 15 Km from MAros. this place you can have with 1 hour from makassar. this place very compatible for travelling with family. the miniatur of butterfly and artifact of bantimurung traveling has name The best family holiday.


Untuk memasuki area Bantimurung, Anda cukup membayar tiket masuk seharga Rp.5.000 untuk Dewasa dan Rp.4.000 untuk anak-anak, sudah bisa menikmati berbagai fasilitas yang ada di dalam kawasan yang baru-baru ini dikunjungi dan diperkenalkan ke Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Kawasan yang memiliki luasnya sekitar 24 hektar ini, selain dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi, juga terbuka akses untuk angkutan umum (pete-pete), melalui kota Maros atau dapat di carter menuju lokasi obyek.


if you want to visit in bantimurung area you can only puy ticket that price Rp. 5000 and Rp.400 for children. and you can have to enjoyed much facility. this place have ever to show with President of Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono. This area have a width 24 Ha. you can have this are with your private transportation and public transformation too (pete-pete), from maros to the location.



Dalam kawasan banyak aktifitas atau kegiatan yang dapat Anda lakukan bersama keluarga, diantaranya tersedia sarana permandian buat anak-anak. Jadi buat Anda yang membawah anak kecil tidak perlua kuatir akan derasnya aliran sungai, yang berada di seputaran kawasan air terjung Bantimurung, karena tersedia kolam permandian khusus anak-anak. Dalam kawasan Anda bersama-sama keluarga, juga bisa mennyantap bekal yang di bawah dari rumah, cukup hanya dengan menyewa pendopo-pendopo mungil ke pengelola, dengan tarif berfasiasi antara Rp40.000- Rp60.000 per-pendopo.


In This place you can do much activity with your family, other this one swimming pool for children. so if you common with your children don't worry that big waterfall in bantimurung area. in this area you can eat that you give from your home only pay a small house with the variations price between Rp.40.000-Rp.60.000 / house.




Puas menikmati permandian air terjung Bantimurung, Anda dapat mengunjungi Goa mimpi dan danau Toakala, sambil menikmati kupu-kupu dan binatang kera jenis Maccala Maura yang sudah langkah dan terkadang muncul secara tiba-tiba di area Toakala. Selain itu juga terdapat Museum istana kupu-kupu dan penangkarannya. Kawasan ini juga dikenal sebagai ’kingdom of butterfly’, karena kita dapat melihat berbagai macam kupu-kupu berterbangan di alam bebas seputar penankaran.Di museum istanah kupu-kupu, terdapat kurang lebih 200 spesies kupu-kupu di dalamnya,diantaranya spesies Papillo Androcles yang tergolong langka, tidak dijumpai di daerah-daerah lain, Troides hypolitus, Troides helena, Troides halipron, Papilio adamanthis dan Chetosia myrana.


have  you finished  like to enjoy wit bantimurung waterfall, you can visit to dream of path. and Toakala Lake, you can have enjoy with Much butterfly, and Primata like maccala Maura come in toakala area. other this one the kingdom of butterfly because we can see much butterfly 200 of species. other this one Troides hypolitus, Troides helena, Troides halipron, Papilio adamanthis and Chetosia myrana.




Kepala seksi kawasan Bantimurung, H. Abd.Gafar S.Sos, kepada kemilau mengatakan,pengelolah akan menyediakan permainan baru dalam kawasan Bantimurung. “Tidak lama lagi pengujung khususnya anak-anak, dapat menikmati fasilitas bermain yakni, Bom-bom Car di area Bantimurung, tepatnya 2008 sudah difungsikan”.


Sebagai buah tangan anda dan keluarga, dapat membawah pulang cendera mata dari Bantimurung, berupa kenang-kenangan atau oleh-oleh, buat teman dan keluarga yang kebetulan tidak sempat bertanda ke taman wisata alam Bantimurung, seperti gantungan kunci dengan harga yang bervariasi antara Rp5.000 sampai Rp15.000. Ada juga kupu-kupu dengan spesies beragam, yang telah diawetkan dan dibingkai rapi buat dijadikan sebagai hiasan dinding ruamh tamu, dengan harga berkisar Rp50.000 hingga Rp200.000.


if you want to give a merchandise for your family and your friend from this bantimurung you can choice a hang of key, butterfly, wall accessories with price Rp.50.000,- Rp.200.000,-


Di lokasi ini juga tersedia fasilitas penunjang lainnya seperti Wisma, Lapangan tenis, Musolah, Gazebo, WC umum, Kios PKK, rumah makan dan Area parkir yang luas. yuLi/ariel


In This Location have been reserved like Wisma, Tennis Field, Musolah, gazebo, WC Umum, Shop, restaurant and parking area. From Yuli/ariel

Kamis, 29 Mei 2008

Port Rotterdam In Macassar



Tak lengkap rasanya jika Anda berkunjung ke Sulawesi Selatan tanpa mengunjungi Benteng Rotterdam. Benteng yang lebih dikenal dengan nama Benteng Ujung Pandang ini merupakan Benteng peninggalan sejarah kejayaan dan keperkasaan dari kerajaan Gowa adab ke 17. Benteng tertua yang menyerupai kura-kura ini dibangun tahun 1545 oleh Raja Gowa ke IX, yaitu I Marigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung atau lebih dikenal dengan julukan Karaeng Turipallangga. Benteng ini terletak di pusat kota menuju arak Pantai Losari dan untuk akses kendaraan ke lokasi ini dapat ditempuh dengan berbagai jenis kendaraan, dengan tarif yang cukup terjangkau untuk semua kalangan. Bila dari arah Pantai Losari ke Benteng Anda dapat menggunakan kendaraan roda tiga khas kota Makassar, Becak dengan tarif tiga ribu.

Not Complete your feel if you don't come to south sulawesi. Port rotterdam or port Ujung Pandang are ommision of Gowa Empire 17 th century. the first port like the tortoise at build from 1545 by The of Gowa century IX, He Is marigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung or Karaeng Turipallangga. The Location Of This Port in center of Makassar near from losari beach and can have with much other transportation for all people. if you come from Losari beach to Port Roterdam you can use 3 wheel transportation with 3 thousand rupiahs.


Patung Sultan Hasanuddin dengan seekor kuda putih merupakan simbolis penyambutan kedatangan pengunjung ke Benteng Rotterdam. Memasuki area benteng disebelah kiri Anda akan menemukan Museum bersejarah La Galigo. Dimana museum ini menampung berbagai koleksi benda-benda bersejarah mulai dari peninggalan Kolonial Belanda sampai pemerintahan Jepang. seperti rantai Emas, Keramik,Uang Dinar, Sepeda antik ,Tombak, Pelaminan, dan bukti dari penggunaan bahan dasar pembangunan Bentang rotterdam. Memasuki area Benteng bebas biaya, kecuali saat memasuki Museum La Galigo yang berada di dalam area Benteng, pengelolah mematok tarif Rp1700 (Dewasa) dan Rp1200 (Anak).
Benteng Rotterdam sangat cocok buat Anda yang menyukai History traveling dan memiliki jiwa-jiwa akustik terhadap benda-benda peningalan masa lampau. yuL

The artefact's of Sultan Hasanudin wih a white hourse is the symbol of welcome says fro visitor to Roterdam. If You come to port of roterdam you can found Museum lagaligo where you can found object history from dutch colony, Japan , etc. like gold choker , ceramic , dinar , bycle etc. you can puy Rp.1700 , and Rp 1200 for children . Port rotterdam very compatible for you if you like traveling and have think of acoustics from historical object . YUl

The Museum Of Makassar City



[gallery]



Museum kota Makassar merupakan salah satu objek wisata bersejarah yang ada di kota Makassar, dan sangat tepat dijadikan sebagai tujuan wisata. Obyek yang terletak di jantung kota jalan.Balaikota No.11A ini, dulunya merupakan Gedung Balaikota lama, di dalam museum ini kita bisa mengenal lebih dekat sejarah dan identitas kota Makassar pada zaman dahulu, dimana sejarah maupun budaya penduduknya waktu itu sangat beragam (pluralistis).


The Museum of Makassar City are on object of tourism with history in Macassar City. this object that right to make as destination of tourism. this object live in center of city In Balaikota street No. 11 A. have ever to Balaikota Building . in Museum we can know more about history and identity of makassar at epoch first where history and the peoples very kind (pluralistis)


Saat memasuki Gedung berlantai 2, yang berada di semping kiri kantor Walikota ini, Anda akan merasakan suasana dan nuasa tempo doloe, dimana Piano tua masa peninggalan kolonial belanda yang terpampan di pintu masuk museum, menyambut kedatangan pengunjung museum kota.


if you come this building with 2 floor , in left area in Walikota Office you can feel epoch first nuance. where piano from colony of dutch at front of the door museum has greet to come visitor at museum


Bangunan di Museum kota Makassar ini masih tetap terjaga baik, itu bisa dilihat dari segi bangunannya maupun penataannya yang tidak mengalami terlalu banyak perubahan. Di dinding museum tepatnya di rung pemerintahan, terpajang berbagai foto-foto pejabat Pemerintahan dari zaman Belanda. Ada juga ruangan yang memamerkan berbagai koleksi pribadi dari dua mantan Walikota Makassar, diantaranya room Maula Art dan room Patompo Memorial.


The Building in Museum of Makassar City has good awake . this you can see from artistic of building or settelment not has event change. at the wall in government room, you can see photos from government from dutch long for time ago. you can have a room to show private collection from two former of walikota /leader of makassar , other this one Maula Art and Patompo Room memorial.


Jika Anda ingin melihat dan mengetahuai lebih mengetahui tentang sejarah keberadaan kota Makassar, Anda tinggal datang ke Museum kota, karena berbagai peninggalan seperti Peta Bumi, Patung dan Relief Potret, Bola Meriam, peralatan sehari-hari tempo dolue dan instrumen musik serta berbagai koleksi dapat anda temukan di museum ini.


if you want to see and know more about history of makassar, you must come to Museum of city , because many ommision like earth map , artifacts, idol, gun ball, toll of house, music or collection you can find in this museum.

Tola’ bala In South Celebes Tradition





Secara harfiah tola` bala berarti “menolak bahaya”. Tujuan tola’ bala hampir sama dengan kuliwa, demikian pula acara yang dilaksanakan di dalamnya. Jenis tola’ bala yang lain adalah ritual yang umumnya dilaksanakan oleh isteri-isteri nelayan dan sifatnya lebih sederhana. Bahan yang diperlukan dalam tola’ bala adalah: loka tira’, loka manurung, banno’, buras, dan makanan yang manis (kue); peralatan: tappiang, kappar (baki), dan dupa.


Tola' Bala the meaning as refuse a danger. The meaning of Tolak bala near same as Kuliwa, the ceremonial at do in this like same too. The kind Of Tola' Bala are ritual from wife of fisherman but a few modestly. substance to use in Tolak Bala are : loka tira’, loka manurung, banno’, buras, and sweet food (Cookies); peralatan: tappiang, kappar (baki), dan dupa.


Tahapannya adalah: baine posasi’ (isteri nelayan/pelaut) menyiapkan bahan-bahan tersebut; tiga (angka tiga mewakili: punggawa, sawi, dan lopi) kumpulan gabah (bahan pembuat banno’) yang sudah dilumuri minyak diletakkan di atas tappiang; secara bergantian dimasukkan ke dalam wajan tanah yang panas untuk diolah menjadi banno’; karena pengaruh panas, gabah itu akan “meledak”, jika daya semburan banno’ lemah maka itu pertanda ada masalah yang dihadapi oleh banno’ yang diwakili, demikian pula sebaliknya jika kuat tandanya tidak ada masalah;gabah yang telah masak dikembalikan ke posisi semula di atas tappiang; selanjutnya bersama pisang, buras dan kue, banno’ dibawa ke rumah panrita untuk dido’akan meminta keselamatan. Khusus pisang, buras, dan kue dibagi dua: ditinggal di rumah ulama (panrita) dan dibawa kembali ke rumah. Sebelum berangkat ke rumah ulama, bahan-bahan yang berada di atas kappar tersebut diasapi dengan dupa di dekat posi’ arriang. Sekembalinya, bahan-bahan tersebut diletakkan di dekat posi’ arriang sampai nelayan kembali dari laut.


the step are : Baine Posasi' ( the wife of fisherman ) preparing three ( Three deputizing of : Punggawa, Saei, and Lopi) corps a rice ( Substance of banno) with smear of oil an put On tappiang, in innings in frying pan. because hot influence of frying pan the rice will exploit , if the exploit are small that sign have problem a banno, like on the contrary but if the sign is hard that meaning is no problem.the rice have ever to ripe back on tappiang for next with banana, buras and cookies has give to panrita home for pray to have save. The Banana, buras and cookies are have been divide to two. has leave in panrita home and to give back at home. before come to panrita home, the substance of kappar must to smoke with dupa in the near from posi' ariang. after that substance must put to Posi' ariang until fisherman be back from the sea


Ritual ini dilaksanakan setelah selesai shalat shubuh pada hari Jum’at. Umumnya dipraktekkan oleh isteri punggawa posasi’, adapun yang suaminya sawi tidak melaksanakan ritual tersebut. Tola’ bala dilaksanakan hanya untuk kegiatan melaut yang memakan waktu lama, misalnya motangnga dan malla’dung. Pembelian bahan untuk tola’ bala dimasukkan ke dalam ongkos melaut yang ditanggung punggawa bersama sawi-nya.



The Ritual have after subuh prayer at friday. that do usually from wife of posasi but the wife of sawi not do that ritual. Tola' Bala have do only the activity of sail and have long time. for example motangnga and malla’dung. for buying substance of Tola' Bala in put sail of budget in guarantee of punggawa and their wife.

"Kuliwa" In mandar south sulawesi Tradition




Kuliwa merupakan ritual yang ‘wajib’ dilakukan oleh para nelayan Mandar. Dalam prakteknya, kuliwa dilaksanakan ketika akan “meresmikan” sesuatu, baik benda maupun kegiatan, misalnya: meresmikan perahu, alat tangkap (jala dan gae) dan ketika memulai kegiatan penangkapan.


Kuliwa Is Obliged to Ritual that do Fisherman In Mandar South Celebes. In Kuliwa to do will ever opening something, like object or ceremonial, for example .. opening a first time to use a ship, catch fish machine (Jala & Gae) and to first time to catch fish, or sishing.

Posasi’ (nahkoda perahu) meyakini, jika tidak melakukan kuliwa ketika akan memulai turun ke laut (pelayaran pertama), maka boleh jadi akan ada sesuatu hal yang merisaukan hati di dalam pelayaran. Dalam prakteknya, kuliwa dilaksanakan ketika akan ‘meresmikan’ sesuatu, baik benda maupun kegiatan, misalnya: meresmikan perahu, alat tangkap dan ketika memulai kegiatan penangkapan (setelah lama tidak melaut). Nelayan biasa juga melakukan kuliwa dalam pertengahan musim motangnga ketika pada beberapa operasi pertama mereka tidak memperoleh hasil.

Posasi (The Leader In the Ship) belief that if dont ever Kuliwa when will begin to Sea in first sail, maybe will happened something that dangerous in sail. that do, Kuliwa used if they want to opening something about sail or catch a fish for the firs time ( ever long time never sail). the fisherman usually do Kuliwa in middle sesason motangga ever they activity don't make a result.

Kuliwa dilaksanakan di kediaman punggawa posasi’ yang dipimpin oleh seorang pemuka agama (panrita) dan dihadiri oleh awak kapal (sawi-sawi). Jika meresmikan perahu, acara kuliwa (pembacaan barasanji) dilaksanakan di atas perahu. Demikian juga ketika meresmikan roppong yang telah selesai dibuat, tapi praktek kuliwa untuk roppong sudah lama tidak dilaksanakan. Acara inti dalam kegiatan kuliwa adalah pembacaan barasanji yang dipimpin oleh seorang pemuka agama. Selesai membaca barasanji, dilanjutkan dengan pembacaan do’a kepada Allah SWT untuk memohon keselamatan dan rezeki. Kemudian acara dilanjutkan dengan menyantap hidangan yang telah disediakan.

Kuliwa have even to place a Punggawa posasi , panrita or the leader of religion and the audience is sawi-sawi or crew man of ship. they opening a ceremonial of kuliwa on the ship. have finished to do a kuliwa they too have pray to Allah SWT for request a save or live. later then eat a food serving.

ariel, Email : ariel4ever@windowslive.com

Rabu, 28 Mei 2008

Magic And Ritual in Mandar People





In The Group of sailor and Mandar fisherman, the ritual and magic are the important part in ship technology production, sail that they do. with others word , technology and ritual and magic are one part. the ritual is traditional order with social and motivation. and motivation is relationship from background of society. cause in Mandar territory is very difficulty to Traditional definition of dissociating with modern in sail now.





Di kalangan pelaut dan nelayan Mandar, ritual dan mistik merupakan bagian penting dalam teknologi pembuatan dan pelayaran perahu yang mereka praktekkan. Dengan kata lain, teknologi dan ritual serta mistik merupakan satu kesatuan. Ritual adalah aturan tradisional yang berhubungan erat dengan aturan sosial dan motivasi. Dan motivasi sangat berkaitan dengan latar belakang budaya yang ada. Karenanya di Tanah Mandar sangatlah sulit untuk memisahkan batasan tradisional dengan modern dalam kegiatan pelayaran, khususnya untuk saat ini.


although a ship ever to use a machine, compass, and fishing machine modern this not only that traditional society have leave. that all move place. if the first time where use in the object that their making, and now ever to do but with some adjustment. they ever to society ritual to use a machine for the first time. although ever to have degradation but this ritual have to do until now.

Walaupun sebuah perahu telah menggunakan mesin, kompas, dan alat tangkap yang modern lainnya, itu bukan berarti bahwa nilai-nilai tradisional ditinggalkan. Kesemuanya itu hanya ‘berpindah tempat’. Jika dulunya ritual tersebut dipraktekkan untuk benda-benda yang mereka kembangkan sendiri, sekarang tetap dilakukan tetapi dengan beberapa penyesuaian. Mereka tetap mengadakan ritual adat untuk ‘meresmikan’ mesin dan gae yang mereka baru beli, misalnya. Meski telah terjadi degradasi praktek (dan kualitas) ritual dan mistik di kalangan pelaut serta nelayan sekarang ini, namun serangkaian kegiatan terkait kepercayaan dan mitos tetap mewarnai kehidupan pelaut Mandar. Berikut ini adalah sejumlah kegiatan dan bentuk kepercayaan yang dilakukan di desa-desa nelayan di Tanah Mandar.

From Ariel, Mailto:ariel4ever@windowslive.com

Selasa, 27 Mei 2008

Travelling To Maros In South Sulawesi



Kabupaten Maros tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil beras, ikan bandeng dan tambang marmer di jazirah Sulawesi. Daerah penyanggah Kota Makassar ini juga memiliki kawasan kars terbesar dan terluas di Asia dengan pelabuhan udara bertaraf internasional, Bandara Hasanuddin.

Maros don't know just as producer of rice, bandeng fish & the mine of carts in south sulawesi. This town have too a place karst veri big i sulawesi and veri width in asia with harbour and air port international that is Hasanuddin Airport.

Yang menarik, daerah ini juga memiliki sejumlah obyek wisata yang cukup menjanjikan. Salah satunya adalah Pemandian Alam Bantimurung atau lebih dikenal dengan sebutan kawasan Air Terjun Bantimurung.

That Interesting in this place have too beautiful place. other this one The Nature Pool Bantimurung or Bantimurung Waterfall.

Air Terjun Bantimurung termasuk salah satu obyek wisata andalan Kabupaten Maros, Provinsi Sulsel, yang memiliki luas wilayah mencapai 6.619,11 kilometer persegi. Pemerintah setempat, kini telah membagi sektor pariwisata di daerah itu menjadi tiga komponen besar, yakni obyek wisata alam, budaya dan sejarah.

The Bantimurung waterwall is another place with interest in Maros, South sulawesi. this place have a width 6.619,11 Km2.

Obyek wisata alam meliputi kawasan Bantimurung, Pantai Kuri, Air Terjun Bonto Somba, Pemandian Air Panas Reatoa Mallawa, Taman Safari Pucak, Cagar Alam Karaenta dan Sungai Pute.

maros have Pantai Kuri, Monto Somba Water Fall, hot water pool Reatoa Mallawa, Pucak Safari Park, Karenta And Pute River.

Obyek wisata budaya meliputi kegiatan upacara adat Kerajaan Marusu, Katto Bokko. Kemudian, kesenian tradisional meliputi Tari Kalubampa, Makkampiri, Kalabbirang, Pepe-pepeka dan Rebbana.

The Social culture in Maros are Upacara adat marusu, Katto Bokko, Tari Kalubampa, makkampiri, Kalabbirang, Pepe-pepeka, and rebbana.

Senin, 26 Mei 2008

BALAN TONJONG, OBJEK WISATA AIR DI TENGAH KOTA MAKASSAR

Pengendali banjir juga dapat dijadikan sebuah objek wisata. Hal ini belum dilihat secara jeli oleh pemerintah kota Makassar. Padahal di Makassar sendiri terdapat pengendali banjir yang sangat berpotensi dijadikan objek wisata yaitu Balan Tonjong.



Dibangun sekitar tahun 1980-an, Balan Tonjong pertama kali diperuntukkan sebagai pengendali banjir kota Makassar. Dengan memiliki luas sekitar 60 hektar, Balan Tonjong dapat memperlihatkan fungsinya sebgai pengendali banjir. Di dalam area Balan Tonjong, pemerintah kota Makassar memiliki aset sekitar 8 hektar.



“Balan Tonjong ini sangat indah sehingga sangat memungkinkan diadakannya kegiatan-kegiatan wisata. Hal ini telah diketahui oleh pemerintah kota Makassar sehingga membangun sebuah baruga di atas Balan Tonjong. Kenapa tidak kita coba benahi karena Balan Tonjong ini satu-satunya yang dapat dijadikan obejk wisata air yang ada di kota Makassar,” buka H. Gani Sirman, Camat Manggala.



“Sebenarnya pengolahan Balan Tonjong langsung berada di bawah naungan Dinas Pariwisata koa Makassar. Namun pihak kecematan tetap akan memberikan masukan-masukan karena pihak kecamatanlah yang mengetahui dan melihat langsung manfaat yang ada. Jadi kita sebagai pihak kecamatan setiap saat memberikan informasi tinggal pihak pariwisata ini kapan akan menyikapi,” ungkap Gani Sirman lebih lanjut.



Untuk menjadikan Balan Tonjong sebagai salah tempat wisata pilihan masyarakat Makassar dan sekitarnya, masih dibutuhkan beberapa pembenahan. Pemerintah kecamatan, pada tahun 2004 telah mencoba membangun lesehan. Hal ini dilakukan untuk menarik wisata masyarakat. “Saya ingin mencoba membangun lesehan dan ingin meniru Malioboro di Yogyakarta. Pada awalnya banyak mendapatkan respon dari masyarakat, namun lama-kelamaan masyarakat mungkin jenuh dan mulai meninggalkan. Program ini hanya bertahan selama 4 bulan,” kata Gani Sirman.



Lebih lanjut H. Gani Sirman menuturkan, hilangnya minat masyarakat mungkin diakibatkan, yang pertama karena yang mengolah masih belum profesioanal yang kedua belun adanya hiburan pada malam hari yang dapat membuat masyarakat untuk tertarik dating menghabiskan waktunya.



Selain pembangunan baruga dan lesehan, dalam menarik minat masyarakat untuk mengunjungi Balan Tonjong, pemerintah kecamatan Manggala dan pemerintah kota Makassar telah mendatangkan bebek-bebek. Namun lagi-lagi program ini gagal. Hal ini diakibatkan air Balan Tonjong masih keruh dan dangkal serta area untuk bebek-bebek sangat terbatas.



Balan Tonjong juga dapat dimanfaatkan sebagai kolam pemancingan ikan. “Kalau Balan Tonjong difungsikan dengan memelihara ikan tawar, masyarakat tidak usah jauh-jauh lagi ke Bili-bili untuk memancing,” sebut H. Gani Sirman.


Di samping dapat dijadikan objek wisata, Balan Tonjong juga memiliki keindahan bunga terarai yang tidak terdapa tandingannya di Asia. “Mentri Lingkungan saat itu, Emil Salim, pernah memuji keindahan bunga tertai yang ada di Balan Tonjong.’Bunga teratai yang terdapat di Balan Tonjong ini merupakan bunga teratai terbaik di Asia,’ kata Emil Salim yang dititukan oleh warga,” ucap H. Gani Sirman.



H. Gani Sirman selaku pemegang puncak kepemimpinan di kecamatan Manggala mengharapkan pemerintah kota maupun pihak swasta berminat untuk mengelola Balan Tonjong secara professional sehinggan dapat menjadi salah satu objek wisata air dan tempat hiburan bagi masyarakat Makassar dan sekitarnya.


(Sahid Makassar terkini)


www.makassarterkini.com

“Mattemu Taung” Chinese & Bugginess Collaboration Tradition

Kolaborasi tradisi Bugis dan Tionghoa







Dalam setiap perhelatan budayaan, adat maupun tradisi Bugis selalu menghadirkan komunitas ’bissu’. Ini pula yang dilakukan  pada perhormatan dan pemujaan terhadap leluhur oleh sebagian masyarakat keturunan Tionghoa di Makassar.

Prosesi “Mattemu Taung” merupakan upacara penghormatan dan pemujaan terhadap leluhur yang setiap tahun diadakan bertepatan bulan syafar, penanggalan hijriyah. Upacara ini selalu diselenggarakan oleh keluarga besar Liem Keng Boe alias Haji Ismail Daeng Nai atau lebih dikenal dengan sebutan Baba Sanro, yang merupakan warga keturunan Tionghoa. Tujuannya untuk memohon keselamatan bagi seluruh masyarakat luas termasuk keluarga besar Babab Sanro. Upacara ini telah berlangsung puluh tahun yang lalu. Dan selalu menghadirkan para bissu dari Sigeri termasuk pimpinannya Zaidi Puang Matoa.

Upacara ini merupakan perpaduan antara tradisi komunitas China dan Bugis. Dimana dulunya leluhur dari Baba Sanro, yang keturunan warga Tionghoa sempat menikah dengan keluarga Ke-datuan dari kerajaan Luwu, salah satu kerajaan besar di tanah Bugis. Sehingga prosesi upacara selalu melibatkan dua etnis tersebut.

Dalam prosesi Baba Sanro turut berdandan bersama beberapa bissu, dengan dandanan gemayu menyerupai wanita. Setelah berdandan, tibalah gendang ditabu, pelan-pelan Baba Sanro diiringi beberapa bissu berjalan memasuki area “Arrajangnge”, area dimana benda yang dikeramatkan dan diyakini sebagai tempat para ruh leluhur beristirahat. Benda ini menyerupai peraduan yang dihiasi dengan kelambu keemasan.

Di depan arrajangnge telah disiapkan berbagai sesaji. Mulai dari kue tradisional, buah-buahan, ayam hingga kepala kerbau dan sapi yang telah disembeli sehari sebelum ritual penyembahan.
Selesai prosesi membakar dupa dan membaca doa-doa dengan khusyuk, Baba Sanro bersama para bissu mulai menari tarian para bissu atau lebih dikenal dengan Mabbissu, dengan berputar di depan sesaji yang dihelai kain khusus. Konon menurut keyakinan mereka, sesajian yang dihelai kain khusus ini menunjukan empat titik yang mengandung filosofi tanah, air, angin, dan api.
Alunan gendang yang mengiringi kian cepat dan satu persatu bissu maupun  Baba Sanro, mulai menghunus keris keramat yang semula terpasang di pinggang, untuk kemudian menusukkannya kebeberapa bagian tubuh mereka seperti, tangan, perut dan leher, tanpa terluka dan tergores sedikit pun. Prosesi ini dikenal dengan sebutan “Maggiri”.

Menurut Haji Ismail (Baba Sanro) yang juga pemimpin upacara Mattemu Taung, kegiatan ini menjadi ritual yang terus dipertahankan dan dilestarikan terus, dalam rangka memupuk kebersamaan dan kecintaan terhadap leluhur dalam memohon kesejahteraan, keselamatan dan kebahagian dengan melibatkan semua agama dan aliran kepercayaan yang menyakini upacara ritual ini. “Ritual ini selalu melibatkan semua aliran agama dan kepercayaan tanpa perbedaan karena tujuan diadakannya ritual ini untuk menghormati para leluhur Tionghoa bukan untuk tujuan negatif,” ujar pria yang sekaligus pemilik  rumah tempat selalu diadakannya ritual Mattemu Taung, Jalan Bali nomor 19.

Akulturasi budaya semacam ini akan tetap dipertahankan oleh komunitas bissu maupun Baba Sanro. Karena keberadaan dua komunitas ini menjadi warnai budaya pelengkap dalam keberagaman tradisi yang ada di kota Angin Mammiri.
(Reportase : Yulianti ) from www.makassarterkini.com

Mappaccing



Simbol Perkawinan Bugis Makassar


Senantiasa diberi sentuhan nuansa islami, sarat dengan pemberian doa restu oleh segenap keluarga dan handai taulan.


Pernikahan merupakan jalan untuk melanjutkan keturunan berdasar atas cinta kasih yang sah, dalam mempererat hubungan silaturahmi antar keluarga, suku, bahkan antar bangsa. Sebelum akad nikah, dirumah calon mempelai perempuan diadakan acara Korongtigi atau malam pacar yang dalam bahasa Bugis disebut Mappaccing.


Kata Mappaccing berasal dari Paccing yang berarti pacar dan diibaratkan sebagai alat untuk menyucikan sang gadis dari hal-hal yang bersifat kekotoran, baik secara fisik maupun batin, agar memperoleh keselamatan, kesejahteraan dalam mengarungi kehidupan berumah tangga kelak. Sebagai rangkaian perkawinan adat Bugis Makassar, mappaccing menggunakan symbol-symbol yang sarat makna akan menjaga keutuhan keluarga, dan memelihara kasih sayang dalam rumah tangga seperti Benno, Tai Bani, Bantal, Sarung yang disusun tujuh lapis, Daun Pisang, Daun Nangka dan Bekkeng.


Benno yaitu beras yang digoreng kering hingga mekar melambangkan harapan, semoga calon pengantin ini akan mekar berkembang dengan baik, bersih dan jujur. Tai Bani merupakan lilin dari lebah, yang melambangkan suluh (penerang) kehidupan agar menjadi suri tauladan dalam kehidupan bermasyarakat.


Bantal disimbolkan kemakmuran. Secara khusus diartikan sebagai pengalas kepala yang artinya penghormatan atau martabat, dalam bahasa bugis disebut Mappakalebbi. Sarung yang disusun 7 lembar, melambangkan harga diri. Daun Pisang, melambangkan kehidupan yang sambung menyambung. Daun Nangka, berarti cita-cita yang luhur. Bekkeng, tempat paccing yang sudah ditumbuk halus, mengandung arti kerukunan hidup dalam suatu keluarga. dan daun paccing itu sendiri yang melambangkan kesucian


Prosesi Mappaccing dilaksanakan pada malam hari, calon mempelai duduk di Lamming , dengan tangan bersimpuh mengahadap ke atas. Saat pembaca barzanji (pabarazanji) sampai pada bacaan Badrun Alaina, yang dalam bahasa Makassar dikenal sebagai istilah Niallemi saraka, acara mapaccing dimulai. Dengan sedikit mengambil daun paccing, seorang ibu membubuhi telapak tangan calon pengantin, sementara itu barzanji tetap di bacakan. Setelah semua tamu yang ditetapkan melakukan Mapaccing, seluruh hadirin bersama-sama mendoakan semoga calon mempelai mendapat restu dari Allah dan menjadi suri tauladan karena martabat dan harga dirinya yang tinggi. (Reportase Salma, Makassar terkini)



www.makassarterkini.com




Tips Memancing


Keberadaan ikan di laut selalu ditandai dengan gejala-gejala alam yang ada. Bagi mania laut membaca tanda-tanda keadaan alam paling tidak menjadi pengetahuan dasar untuk keberhasilan memancing. Nah, sebenarnya tanda alam apa saja yang perlu diketahui oleh mania mancing?







Para kapten laut ataupun mania mincing selalu menjadikan tanda-tanda alam sebagai panduan untuk mengetahui keberdaan ikan-ikan. Kelihaian membaca alam inilah yang membuat kesuksesan dalam memancing.


Banyaknya Burung


Banyaknya burung merupakan tanda-tanda alam pertama. Salah satu panduan bahwa di lokasi ada banyak ikan adalah dengan hadirnya banyak burung. Burung-burung tersebut sedang mencari makanan yang secara kebetulan di permukaan air terdapat banyak ikan-ikan kecil. Yang ikut menikmati ‘hidangan’ ikan-ikan kecil bukan hanya burung-burung yang terbang di udara saja, namun ikan-ikan ukuran sedang dan besarpun ikut berpesta.


Sudah menjadi hukum alam atau hukum rantai makanan bahwa ikan-ikan besar selalu memakan ikan kecil. Jadi bila banyak ikan kecil di lokasi tersebut pasti di sekitarnya terdapat ikan-ikan besar.


Nah, memancing trolling di sekitar kumpulan ikan lebih menjanjikan dibanding memancing di lokasi yang tidak jelas ada tanda-tanda keberadaan ikan. Bahkan


Sampah Kayu


Ciri kedua sebagai lokasi ikan adalah adanya sampah kayu di tengah laut. Batang pohon yang terhanyut arus ditengah laut membawa plankton-plankton kecil. Kumpulnya plankton- plankton ini membuat ikan kecil pun beramai-ramai makan plankton. Karena banyak ikan kecil di sekitar sampah kayu ternyata mengundang perhatian ikan-ikan yang lebih besar seperti ikan lemadang misalnya.


Karang


Ciri ketiga sebagai lokasi ikan adalah keberadaan karang di tengah laut. Karang merupakan struktur yang keras yang berupa bebatuan. Di dalam karang ternyata banyak tumbuh biota-biota dan rumput- rumput karang yang menjadi rumah ikan. Ikan-ikan kecil biasanya banyak mencari makan dan berlindung di lokasi yang berkarang.


Sebagai lokasi persembunyian ikan-ikan kecil maka di sekitar karang menjadi gudang makanan bagi ikan-ikan besar maupun ikan predator.


Mancing di karang memang menjanjikan. Pertanyaannya bagaimana kita bisa mengetahui bahwa di dalam laut terdapat karang cetek (dangkal) maupun karang dalam? Dahulu sebelum ada alat elektronik semacam depth sounder maupun Global Position System (GPS) para nelayan hanya melihat ombak di permukaan air. Setelah mereka menduga ada karang di bawah dengan panduan ombak, merekapun lantas menurunkan timah pemberat dan menganalisa struktur di dasar. Cara ini oleh nelayan disebut dengan nama ngelot.



Tubiran laut


Tanda alam yang menjadi lokasi ikan yang keempat adalah tubiran laut (drop off), dasar laut dari yang plat tiba-tiba mendadak ke dalam atau seperti jurang, di sinilah merupakan lokasi strategis penangkapan ikan. Banyaknya ikan di lokasi ini diakibatkan oleh arus laut yang membawa plankton naik ke atas sehingga mengundang banyak ikan kecil di lokasi tersebut. Ikan-ikan kecil inilah yang menjadi perhatian ikan besar.


Gunung di Laut


Layaknya sebuah di daratan, struktur dasar lautan ada yang menyerupai gunung, yang oleh para mania mancing disebut dengan sea mount reef. Lantaran arus laut tertahan oleh gunung sehingga arus tersbut naik dan membawa plankton, sehingga ikan di sana banyak. Selain tertahannya arus, gunung di tenah laut juga menyuburkan karang-karang yang menjadi rumah ikan. Jadi mancing di seamount reef tentu saja lebih menjanjikan dibanding lokasi lain. Bahkan ikan yang di dapatpun lebih variatif seperti ikan dasar dan ikan pelagis. Cara melihat seamount reef dapat dilakukan dengan menggunakan depth sounder dan GPS.


from : www.makassarterkini.com


Kesejukan Permandian Alam Ompo di daerah Soppeng





Permandian alam Ompo, merupakan permandian alam yang mengundang sejuta keindahann. Bersama-sama keluarga anda dapat menikmati suguhan alam yang khas kesejukan dan keindahannya.


Kota Soppen memiliki tempat-tempat wisata yang selain pemandangan alam perbukitannya yang indah, juga memiliki permandian alam dari mata air yang sejuk dan segar seperti permandian alam Ompo. Untuk menuju Obyek wisata ini, jarak tempuhnya sekitar 175 Km dari kota Makassar.


Permandian alam Ompo ini merupakan salah satu obyek wisata yang sangat asik untuk dikunjungi, utamanya jika rekreasi bersama-sama dengan keluarga dan handautaula terdekat. Permandian alam yang terletak di kelurahan Ompo, Kecamatan Lalabata, dapat ditempuh dengan jarak 3 km sebelah utara kota Watansoppeng ibu kota kabupaten Soppeng. Wisata permandian ompo, sangat dikenal dengan permandian alamnya yang memiliki kejernian yang tidak ada duanya di kabupaten Soppeng. Selain dingin juga dikenal karena kesegarannya, hingga oleh sebagian masyarakat Soppeng, sumber mata air di permandian alam ompo dijadikan sebagai sumber air bersih untuk memenuhi kebutuhan meraka sehari-hari, dan serta merta dijadikan lahan bisnis yang diolah menjadi air mineral oleh sebuah perusahaan swasta berskala Nasional.


Masuk di area tempat permandian alam Ompo, pengunjung diharuskan merogoh kantong yang terbilang cukup murah. Berkisaran Rp5000 untuk dewasa, dan Rp3500 untuk anak-anak. Dengan tiket seharga itu, setiap pengunjung sudah bisa mandi sepuasnya dan dapat menikmati berbagai fasilitas yang berada dalam kawasan permandian alam Ompo tanpa dipungut biaya.




Saat berada di area obyek wisata permandian alam ompo, yang selalu penuh pengunjung pada hari-hari libur nasional dan hari raya ini, pengunjung akan melihat aneka ragam pohon yang rindang dan teduh diseputaran permandian, yang kan membawah pengunjung lebih dekat dengan nuansa alam pedesaan yang asri dan rimbul. Selain itu dalam kawasan, juga terdapat area yang sangat luas, cocok dijadikan sebagai tempat perkemahan dan berlaga dengan motor Cross, buat anda yang menyukai tantangan di alam bebas. Jadi bukan hanya permandian alam saja yang dapat anda saksikan di sini tapi dalam kawasan ini juga, terdapat sebuah danau buatan yang sangat luas, yang bisa digunakan sebagai arena bermain perahu dan memancing ikan tawar ramai-ramai dengan keluarga.


Fasilitas yang tersedian di area ini bersifat umum, mulai dari fasilitas kamar mandi umum, Musolah, cafe, warung makan dan area parkir yang luas sehingga anda tidak perlu takut akan keselamatan kendaraan anda. Juga tersedia beberapa pendopo-pendopo dan gazebo untuk berteduh sambil menikmati kesejukan alam sekitar per Untuk akses jalan kemandian ompo. Obyek wisata permandian alam ompo, kondisi jalannya sangat baik dan beraspal, hingga muda di lalui kendaraan termasuk kendaraan roda empat. Dan kedepannya fasilitas pelayanan yang ada di permandian alam ompo ini, rncana akan di tingkatkan sehingga dipastikan kawasan permandian ini akan lebih menarik dan makin diminati wisatawan domestik yang berada di luar dari kabupaten Soppeng, termasuk yang ada di perkotaan. Dan menurut masyarakat yang berada disekitar permandian alam Ompo, permandian ini dipercaya dapat mendatangkan jodoh, setelah mandi di permandian ini.





The Bonerate National Park


Taman Nasional Taka Bonerate memiliki karang atol terbesar ketiga di dunia yaitu setelah Kwajifein di Kepulauan Marshal dan Suvadiva di Kepulauan Moldiva. Luas atol tersebut sekitar 220.000 hektar, dengan terumbu karang yang tersebar datar seluas 500 km².


The Bonerate National Park have the third bigger atol in the world. after Kwajifein in Marshal Islands and suvadiva in Moldiva Islands. that width of atol +_ 220.000 Ha, with terumbu karang for the width of 500 km².





Topografi kawasan sangat unik dan menarik, dimana atol yang terdiri dari gugusan pulau-pulau gosong karang dan rataan terumbu yang luas dan tenggelam, membentuk pulau-pulau dengan jumlah yang cukup banyak. Diantara pulau-pulau gosong karang, terdapat selat-selat sempit yang dalam dan terjal. Sedangkan pada bagian permukaan rataan terumbu, banyak terdapat kolam-kolam kecil yang dalam dan dikelilingi oleh terumbu karang. Pada saat air surut terendah, terlihat dengan jelas daratan kering dan diselingi genangan air yang membentuk kolam-kolam kecil.


This Place have a topographic very beautifull, wherw atol that one small islands and terumbu very big, their make much islands. anyone part of island have selat very tiny deep and dangerous. at karang much having small beautifull fish. ever water at low position , you can see land with small pool but deep and encircle terumbu karang that make small pool.

Tumbuhan yang terdapat di daerah pantai didominasi oleh kelapa (Cocos nucifera), pandan laut (Pandanus sp.), cemara laut (Casuarina equisetifolia), dan ketapang (Terminalia catappa).

Taka bonerate Have much coconut (cocos nucifera), Pandanus Amarylifolius, Cemara Laut (Casuarina Equisetifolia), and Ketapang, Terminalia Catappa.

Terumbu karang yang sudah teridentifikasi sebanyak 261 jenis dari 17 famili diantaranya Pocillopora eydouxi, Montipora danae, Acropora palifera, Porites cylindrica, Pavona clavus, Fungia concinna, dan lain-lain. Sebagian besar jenis-jenis karang tersebut telah membentuk terumbu karang atol (barrier reef) dan terumbu tepi (fringing reef). Semuanya merupakan terumbu karang yang indah dan relatif masih utuh.


Terumbu Karang that after finished to identified is 261 species from 17 family. another Pocillopora eydouxi, Montipora danae, Acropora palifera, Porites cylindrica, Pavona clavus, Fungia concinna, etc. beside of population ever make barrier reef and fringing reef. everything is reef very beautiful and nature.


Terdapat sekitar 295 jenis ikan karang dan berbagai jenis ikan konsumsi yang bernilai ekonomis tinggi seperti kerapu (Epinephelus spp.), cakalang (Katsuwonus spp.), napoleon wrasse (Cheilinus undulatus), dan baronang (Siganus sp.).


there have 295 species of fish with   big  value of economic as kerapu Epinephelus spp.), cakalang (Katsuwonus spp.), napoleon wrasse (Cheilinus undulatus), dan baronang (Siganus sp.).


Sebanyak 244 jenis moluska diantaranya lola (Trochus niloticus), kerang kepala kambing (Cassis cornuta), triton (Charonia tritonis), batulaga (Turbo spp.), kima sisik (Tridacna squamosa), kerang mutiara (Pinctada spp.), dan nautilus berongga (Nautilus pompillius).


244 species of mollusca other this one Trochus niloticus), kerang kepala kambing (Cassis cornuta), triton (Charonia tritonis), batulaga (Turbo spp.), kima sisik (Tridacna squamosa), kerang mutiara (Pinctada spp.), dan nautilus berongga (Nautilus pompillius).


Jenis-jenis penyu yang tercatat termasuk penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu hijau (Chelonia mydas), dan penyu lekang (Dermochelys coriacea).


The species of tortoise other this penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu hijau (Chelonia mydas), dan penyu lekang (Dermochelys coriacea).


Sebanyak 15 buah pulau di Taman Nasional Taka Bonerate dapat dilakukan kegiatan menyelam, snorkeling, dan wisata bahari lainnya.


15 islands at Taka Bonerate you can have to diving, snorkeling, and see that beautiful panorama.


Musim kunjungan terbaik: bulan April s/d Juni dan Oktober s/d Desember setiap tahunnya.


Seasons to come to Taka Bonerate : April, may, nune and October, november, september, desember every year.


Cara pencapaian lokasi: Mengg-gunakan bis dari Makassar ke Bulukumba (153 km) dengan waktu tempuh lima jam, kemudian ke pelabuhan Pamatata Selayar dengan ferry sekitar dua jam, yang dilanjutkan ke Benteng sekitar 1,5 jam. Dari Benteng ke pulau terdekat yaitu Rajuni Kecil menggunakan kapal kayu sekitar lima jam.


you can have the location with use a bus from makassar to bulukumba (153 Km) with time 5 Hours. after that go to pamatata harbour 2 hours. after that go to benteng selayar 1,5 hours. from benteng to near Island as Rajuni Kecil you can use wood boot 5 hours.




Dinyatakan ----
Ditunjuk Menteri Kehutanan, SK No.280/Kpts-II/1992
Luas 530.765 hektar
Ditetapkan ----
Letak Kabupaten Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan

Temperatur perairan 28° - 32° C
Salinitas 34 – 35 °/00
Kecerahan 80 – 100 %
Oksigen terlarut 4,5 – 6,0 ppm
Pasang surut 1 – 1,5 meter
Kecepatan angin 33 - 50 cm/detik
Musim Barat Januari s/d Maret
Musim Timur Juli s/d September
Letak geografis 6°16’ - 7°06’ LS, 120°54’ - 121°25’ BT


From Menteri Kehutanan (Department of Forest)SK No.280/Kpts-II/1992


width of area is 530.765 hektar



Position Of  Kabupaten Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan

Temperature of sea 28° - 32° C
Salinity 34 – 35 °/00
brighteners 80 – 100 %
Oxygen4,5 – 6,0 ppm
down up of sea water  1 – 1,5 meter
speed of wind 33 - 50 cm/detik
season Muson  Barat Januariy s/d Maret
season Muson  Timur Juli s/d September
Geographic Position  6°16’ - 7°06’ LS, 120°54’ - 121°25’ BT


__________________________________________________________________________________________________



Kantor: Jln. S. Parman 40, Benteng
Selayar 92812, Sulawesi Selatan
Telp./Fax.: (0414) 21565
Web site: http//www.taka-bonerate.com



Office :Jln. S. Parman 40, Benteng
Selayar 92812, Sulawesi Selatan
Telp./Fax.: (0414) 21565
Web site: http//www.taka-bonerate.com



Minggu, 25 Mei 2008

Kehidupan Masyarakat Sulawesi Selatan



Berikut ini beberapa potret kehidupan masyarakat Sulsel



this is another image about people ini makassar.

Taman Prasejarah Leang-leang



Leang-leang In Toraja

Taman Prasejarah Leang-leang
Dengan perawatan dan penataan yang apik, ditemukanlah goa-goa
peninggalan sejarah masa lampau.Salah satu diantaranya yang
masih bisa dinikmati adalah lukisan-lukisan
bersejarah yang berusia kira-kira 5.000 tahun. Arkeolog berpendapat bahwa
beberapa diantara goa tersebut telah didiami sejak 8.000 - 3.000 tahun
Sebelum Masehi.

 keterangan lebih lanjut

Sulawesi



Sulawesi or celebes are island where Im live...

this my first blog about sulawesi. i want to try write another blog about sulawesi at another day...

I want to make this site as information for all people about news, food, best place, tourism, etc

thank you for looking my blog...

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!